Dataset Viewer
Auto-converted to Parquet Duplicate
ID
int64
0
499
context_id
int64
0
65
context_title
stringclasses
66 values
context_length
int64
713
2k
context
stringclasses
66 values
question
stringlengths
21
386
answer
stringlengths
2
182
start position
int64
0
1.96k
question type
stringclasses
5 values
0
0
Penyebab Perang Badar (1)
713
Pada saat Nabi sudah hijrah ke Madinah masih sering terjadi peperangan antara orang Islam dengan kafir Quraisy, diantaranya adalah perang Badar. Perang badar merupakan salah satu perang yang sangat menentukan masa depan negara Islam yang terjadi pada tahun kedua di daerah Badar kurang lebih 120 km dari Madinah. Perang badar ada tiga macam, yaitu perang badar pertama, perang badar kubra, dan perang badar yang terakhir (Ghazwah al-Sawiq) terjadi pada abad keempat hijrah. Perang badar kubra didahului oleh Sariyah Abdullah Ibn Jahsy ke daerah Nakhlah yang berada di antara Mekkah dan Thaif yang terjadi pada bulan Rajab tahun ke-2 H. Sariyah inilah yang menjadi penyebab paling kuat terhadap perang Badar Kubra.
Siapa yang menjadi penyebab terjadinya perang Badar Kubra?
Sariyah Abdullah Ibn Jahsy
508
who
1
0
Penyebab Perang Badar (1)
713
Pada saat Nabi sudah hijrah ke Madinah masih sering terjadi peperangan antara orang Islam dengan kafir Quraisy, diantaranya adalah perang Badar. Perang badar merupakan salah satu perang yang sangat menentukan masa depan negara Islam yang terjadi pada tahun kedua di daerah Badar kurang lebih 120 km dari Madinah. Perang badar ada tiga macam, yaitu perang badar pertama, perang badar kubra, dan perang badar yang terakhir (Ghazwah al-Sawiq) terjadi pada abad keempat hijrah. Perang badar kubra didahului oleh Sariyah Abdullah Ibn Jahsy ke daerah Nakhlah yang berada di antara Mekkah dan Thaif yang terjadi pada bulan Rajab tahun ke-2 H. Sariyah inilah yang menjadi penyebab paling kuat terhadap perang Badar Kubra.
Kapan perang Badar terjadi?
tahun kedua
251
when
2
0
Penyebab Perang Badar (1)
713
Pada saat Nabi sudah hijrah ke Madinah masih sering terjadi peperangan antara orang Islam dengan kafir Quraisy, diantaranya adalah perang Badar. Perang badar merupakan salah satu perang yang sangat menentukan masa depan negara Islam yang terjadi pada tahun kedua di daerah Badar kurang lebih 120 km dari Madinah. Perang badar ada tiga macam, yaitu perang badar pertama, perang badar kubra, dan perang badar yang terakhir (Ghazwah al-Sawiq) terjadi pada abad keempat hijrah. Perang badar kubra didahului oleh Sariyah Abdullah Ibn Jahsy ke daerah Nakhlah yang berada di antara Mekkah dan Thaif yang terjadi pada bulan Rajab tahun ke-2 H. Sariyah inilah yang menjadi penyebab paling kuat terhadap perang Badar Kubra.
Apa saja macam-macam perang Badar yang terjadi?
perang badar pertama, perang badar kubra, dan perang badar yang terakhir (Ghazwah al-Sawiq)
348
what
3
1
Penyebab Perang Badar bagian (2)
1,754
Sebenarnya Nabi telah memerintahkan Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah untuk mempersiapkan perang, namun tidak jadi, dan sebagai gantinya diutus Abdullah ibn Jahsy yang diikuti 8 orang muhajirin, dan Nabi menulis kepadanya dan memerintahkan agar tidak dibuka kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Setelah dibuka ternyata sahabat ini disuruh berhenti di Nakhlah untuk mengintai Quraisy dan mencari berita tentang gerakan dan pengaturan perang mereka. Adapun Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan tersesat di daerah Ma'dan yang disebut dengan Bahran. Sehingga Ibn Jahsy berjalan bersama sahabat lainnya sampai di Nakhlah. Kemudian ia melihat rombongan unta Quraisy membawa Anggur dan lain-lainnya. Di dalam rombongan itu terdapat Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan sebagai pemimpinnya. Berundinglah para sariyah Islam ini tepatnya pada akhir Rajab karena bingung, jika rombongan ini dibiarkan pada malam ini saja maka mereka akan masuk tanah Haram, dan jika diperangi maka saat ini masih akhir bulan haram (Rajab). Kemudian sariyah ini termotivasi untuk membunuh siapa saja dari rombongan Quraisy yang dapat dilakukannya. Waqid ibn Abdullah al-Tamimi berhasil memanah Amr ibn Al-Khadlrami dan mati. Sementara Utsman Ibn Abdullah dan Al-Hakam ibn Kisan ditawan sedang Naufal berhasil lari. Kemudian Sariyah membawa tawanan ke Madinah. Dan disebutkan juga bahwa Abdulullah Ibn Jahsy membagi hasil rampasan ini seperlimanya kepada Rasulullah padahal hal itu sebelum turun ayat rampasan, hanya saja Nabi mengingkari perang Sariyah ini pada bulan haram dan tidak mau mengambil sesuatupun darinya, seraya berkata "aku tidak memerintahkan kamu sekalian untuk perang pada bulan haram".
Siapa yang mempersiapkan perang Badar sebenarnya?
Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah
36
who
4
1
Penyebab Perang Badar bagian (2)
1,754
Sebenarnya Nabi telah memerintahkan Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah untuk mempersiapkan perang, namun tidak jadi, dan sebagai gantinya diutus Abdullah ibn Jahsy yang diikuti 8 orang muhajirin, dan Nabi menulis kepadanya dan memerintahkan agar tidak dibuka kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Setelah dibuka ternyata sahabat ini disuruh berhenti di Nakhlah untuk mengintai Quraisy dan mencari berita tentang gerakan dan pengaturan perang mereka. Adapun Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan tersesat di daerah Ma'dan yang disebut dengan Bahran. Sehingga Ibn Jahsy berjalan bersama sahabat lainnya sampai di Nakhlah. Kemudian ia melihat rombongan unta Quraisy membawa Anggur dan lain-lainnya. Di dalam rombongan itu terdapat Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan sebagai pemimpinnya. Berundinglah para sariyah Islam ini tepatnya pada akhir Rajab karena bingung, jika rombongan ini dibiarkan pada malam ini saja maka mereka akan masuk tanah Haram, dan jika diperangi maka saat ini masih akhir bulan haram (Rajab). Kemudian sariyah ini termotivasi untuk membunuh siapa saja dari rombongan Quraisy yang dapat dilakukannya. Waqid ibn Abdullah al-Tamimi berhasil memanah Amr ibn Al-Khadlrami dan mati. Sementara Utsman Ibn Abdullah dan Al-Hakam ibn Kisan ditawan sedang Naufal berhasil lari. Kemudian Sariyah membawa tawanan ke Madinah. Dan disebutkan juga bahwa Abdulullah Ibn Jahsy membagi hasil rampasan ini seperlimanya kepada Rasulullah padahal hal itu sebelum turun ayat rampasan, hanya saja Nabi mengingkari perang Sariyah ini pada bulan haram dan tidak mau mengambil sesuatupun darinya, seraya berkata "aku tidak memerintahkan kamu sekalian untuk perang pada bulan haram".
Siapa yang diutus oleh Nabi untuk mengintai Quraisy?
Abdullah ibn Jahsy
140
who
5
1
Penyebab Perang Badar bagian (2)
1,754
Sebenarnya Nabi telah memerintahkan Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah untuk mempersiapkan perang, namun tidak jadi, dan sebagai gantinya diutus Abdullah ibn Jahsy yang diikuti 8 orang muhajirin, dan Nabi menulis kepadanya dan memerintahkan agar tidak dibuka kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Setelah dibuka ternyata sahabat ini disuruh berhenti di Nakhlah untuk mengintai Quraisy dan mencari berita tentang gerakan dan pengaturan perang mereka. Adapun Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan tersesat di daerah Ma'dan yang disebut dengan Bahran. Sehingga Ibn Jahsy berjalan bersama sahabat lainnya sampai di Nakhlah. Kemudian ia melihat rombongan unta Quraisy membawa Anggur dan lain-lainnya. Di dalam rombongan itu terdapat Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan sebagai pemimpinnya. Berundinglah para sariyah Islam ini tepatnya pada akhir Rajab karena bingung, jika rombongan ini dibiarkan pada malam ini saja maka mereka akan masuk tanah Haram, dan jika diperangi maka saat ini masih akhir bulan haram (Rajab). Kemudian sariyah ini termotivasi untuk membunuh siapa saja dari rombongan Quraisy yang dapat dilakukannya. Waqid ibn Abdullah al-Tamimi berhasil memanah Amr ibn Al-Khadlrami dan mati. Sementara Utsman Ibn Abdullah dan Al-Hakam ibn Kisan ditawan sedang Naufal berhasil lari. Kemudian Sariyah membawa tawanan ke Madinah. Dan disebutkan juga bahwa Abdulullah Ibn Jahsy membagi hasil rampasan ini seperlimanya kepada Rasulullah padahal hal itu sebelum turun ayat rampasan, hanya saja Nabi mengingkari perang Sariyah ini pada bulan haram dan tidak mau mengambil sesuatupun darinya, seraya berkata "aku tidak memerintahkan kamu sekalian untuk perang pada bulan haram".
Berapa lama jarak waktu yang harus ditempuh sebelum membuka?
dua hari
297
how many
6
1
Penyebab Perang Badar bagian (2)
1,754
Sebenarnya Nabi telah memerintahkan Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah untuk mempersiapkan perang, namun tidak jadi, dan sebagai gantinya diutus Abdullah ibn Jahsy yang diikuti 8 orang muhajirin, dan Nabi menulis kepadanya dan memerintahkan agar tidak dibuka kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Setelah dibuka ternyata sahabat ini disuruh berhenti di Nakhlah untuk mengintai Quraisy dan mencari berita tentang gerakan dan pengaturan perang mereka. Adapun Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan tersesat di daerah Ma'dan yang disebut dengan Bahran. Sehingga Ibn Jahsy berjalan bersama sahabat lainnya sampai di Nakhlah. Kemudian ia melihat rombongan unta Quraisy membawa Anggur dan lain-lainnya. Di dalam rombongan itu terdapat Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan sebagai pemimpinnya. Berundinglah para sariyah Islam ini tepatnya pada akhir Rajab karena bingung, jika rombongan ini dibiarkan pada malam ini saja maka mereka akan masuk tanah Haram, dan jika diperangi maka saat ini masih akhir bulan haram (Rajab). Kemudian sariyah ini termotivasi untuk membunuh siapa saja dari rombongan Quraisy yang dapat dilakukannya. Waqid ibn Abdullah al-Tamimi berhasil memanah Amr ibn Al-Khadlrami dan mati. Sementara Utsman Ibn Abdullah dan Al-Hakam ibn Kisan ditawan sedang Naufal berhasil lari. Kemudian Sariyah membawa tawanan ke Madinah. Dan disebutkan juga bahwa Abdulullah Ibn Jahsy membagi hasil rampasan ini seperlimanya kepada Rasulullah padahal hal itu sebelum turun ayat rampasan, hanya saja Nabi mengingkari perang Sariyah ini pada bulan haram dan tidak mau mengambil sesuatupun darinya, seraya berkata "aku tidak memerintahkan kamu sekalian untuk perang pada bulan haram".
Siapa saja yang tersesat di daerah Ma'dan?
Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan
467
who
7
1
Penyebab Perang Badar bagian (2)
1,754
Sebenarnya Nabi telah memerintahkan Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah untuk mempersiapkan perang, namun tidak jadi, dan sebagai gantinya diutus Abdullah ibn Jahsy yang diikuti 8 orang muhajirin, dan Nabi menulis kepadanya dan memerintahkan agar tidak dibuka kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Setelah dibuka ternyata sahabat ini disuruh berhenti di Nakhlah untuk mengintai Quraisy dan mencari berita tentang gerakan dan pengaturan perang mereka. Adapun Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan tersesat di daerah Ma'dan yang disebut dengan Bahran. Sehingga Ibn Jahsy berjalan bersama sahabat lainnya sampai di Nakhlah. Kemudian ia melihat rombongan unta Quraisy membawa Anggur dan lain-lainnya. Di dalam rombongan itu terdapat Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan sebagai pemimpinnya. Berundinglah para sariyah Islam ini tepatnya pada akhir Rajab karena bingung, jika rombongan ini dibiarkan pada malam ini saja maka mereka akan masuk tanah Haram, dan jika diperangi maka saat ini masih akhir bulan haram (Rajab). Kemudian sariyah ini termotivasi untuk membunuh siapa saja dari rombongan Quraisy yang dapat dilakukannya. Waqid ibn Abdullah al-Tamimi berhasil memanah Amr ibn Al-Khadlrami dan mati. Sementara Utsman Ibn Abdullah dan Al-Hakam ibn Kisan ditawan sedang Naufal berhasil lari. Kemudian Sariyah membawa tawanan ke Madinah. Dan disebutkan juga bahwa Abdulullah Ibn Jahsy membagi hasil rampasan ini seperlimanya kepada Rasulullah padahal hal itu sebelum turun ayat rampasan, hanya saja Nabi mengingkari perang Sariyah ini pada bulan haram dan tidak mau mengambil sesuatupun darinya, seraya berkata "aku tidak memerintahkan kamu sekalian untuk perang pada bulan haram".
Apa yang terdapat dalam rombongan unta Quraisy?
Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan
744
what
8
1
Penyebab Perang Badar bagian (2)
1,754
Sebenarnya Nabi telah memerintahkan Abu Ubaidah Amir ibn Al-Jarah untuk mempersiapkan perang, namun tidak jadi, dan sebagai gantinya diutus Abdullah ibn Jahsy yang diikuti 8 orang muhajirin, dan Nabi menulis kepadanya dan memerintahkan agar tidak dibuka kecuali setelah menempuh perjalanan selama dua hari. Setelah dibuka ternyata sahabat ini disuruh berhenti di Nakhlah untuk mengintai Quraisy dan mencari berita tentang gerakan dan pengaturan perang mereka. Adapun Sa'd Ibn Abul Waqash dan Utbah ibn Ghazawan tersesat di daerah Ma'dan yang disebut dengan Bahran. Sehingga Ibn Jahsy berjalan bersama sahabat lainnya sampai di Nakhlah. Kemudian ia melihat rombongan unta Quraisy membawa Anggur dan lain-lainnya. Di dalam rombongan itu terdapat Amr ibn Al-Khadlrami, Utsman ibn Al-Mughirah, Naufal, Al-Hakam Ibn Kisan, dan Ukasyah Ibn Mihshan sebagai pemimpinnya. Berundinglah para sariyah Islam ini tepatnya pada akhir Rajab karena bingung, jika rombongan ini dibiarkan pada malam ini saja maka mereka akan masuk tanah Haram, dan jika diperangi maka saat ini masih akhir bulan haram (Rajab). Kemudian sariyah ini termotivasi untuk membunuh siapa saja dari rombongan Quraisy yang dapat dilakukannya. Waqid ibn Abdullah al-Tamimi berhasil memanah Amr ibn Al-Khadlrami dan mati. Sementara Utsman Ibn Abdullah dan Al-Hakam ibn Kisan ditawan sedang Naufal berhasil lari. Kemudian Sariyah membawa tawanan ke Madinah. Dan disebutkan juga bahwa Abdulullah Ibn Jahsy membagi hasil rampasan ini seperlimanya kepada Rasulullah padahal hal itu sebelum turun ayat rampasan, hanya saja Nabi mengingkari perang Sariyah ini pada bulan haram dan tidak mau mengambil sesuatupun darinya, seraya berkata "aku tidak memerintahkan kamu sekalian untuk perang pada bulan haram".
Kapan para sariyah Islam melakukan perundingan?
akhir Rajab
913
when
9
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Siapa yang memimpin kafilah Quraisy yang datang dari arah Syam menuju Mekkah?
Abu Sufyan
39
who
10
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Berapa jumlah orang Quraisy yang terdiri dalam rombongan kafilah Quraisy?
30/40
681
how many
11
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Siapa saja nama-nama orang Quraisy yang tergabung dalam rombongan kafilah Quraisy?
Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam
219
who
12
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Siapa yang mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah Quraisy?
Muhammad
750
who
13
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Siapa yang sangat takut dan mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya?
Abu Sufyan
1,322
who
14
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Siapa yang Abu Sufyan perintahkan untuk mengumpulkan Quraisy dan menyelamatkan rombongannya?
Ibn Amr Al-Ghifari
1,374
who
15
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Dimana Abu Sufyan mencari tau tentang keberadaan sahabatnya dan Nabi Muhammad?
dekat Hijaz
1,115
where
16
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Sahabat diinstruksikan oleh Rasulullah untuk menghalangi siapa?
Quraisy
657
who
17
2
Fase Perang Badar Kubra (1, 2, 3)
1,501
Pertama, Kafilah Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan datang dari arah Syam menuju Makah dengan membawa harta dan dagangan. Menurut Ibnu Hisyam dari Ibn Ishaq mereka ini terdiri dari 30/40 orang Quraisy, diantaranya adalah Makhramah Ibn Naufal dan Amr Ibn Al-Ash ibn Wa'il ibn Hisyam. Sedang dalam kitab Al-Thabari Ka'ab ibn Lu'ai, hal ini berdasarkan riwayat dari Ali bin Nashr bin Ali, dan Abdul Warits dari bapaknya dari Abban Al-Thar dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwa dia telah menulis kepada Abdul Malik bin Marwan. Namun Al-Thabari juga mengutip dari Ibnu Ishaq dengan jalur dari Ibnu Hamid dari Salmah dari Muhammad bin Ishaq bahwa jumlah rombongan Quraisy tersebut adalah 30/40 orang. Kedua, berita kafilah ini sampai kepada Nabi, kemudian Muhammad mensunnahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah tersebut. Siapa tahu nanti mendapati rizki dari mereka. Sehingga sebagian sahabat merasa keberatan dan sebagiannya tidak, karena perintah Rasul ini bukanlah suatu kewajiban tetapi hanya sebatas menghalangi mereka, dan sahabat tidak mengira jika Nabi akan menghadapi peperangan. Ketiga, Abu Sufyan setelah dekat Hijaz mencari tahu terus-menerus kepada para penunggang yang berpapasan dengannya tentang Muhammad dan sahabatnya. Ternyata benar bahwa Muhammad telah mengerahkan sahabatnya untuk menghalangi kafilah. Abu Sufyan sangat takut dan memerintahkan diam-diam Ibn Amr Al-Ghifari ke Mekkah untuk mengumpulkan Quraisy agar menyelamatkan rombongannya dari kelompok Muhammad dan sahabatnya.
Apa reaksi Abu Sufyan setelah mengetahui bahwa sahabat Nabi akan menghalangi kafilahnya?
sangat takut
1,333
what
18
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa yang bermimpi tiga malam sebelum kedatangan diam-diam?
Atikah binti Abdul Muttalib
9
who
19
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa saudara Atikah yang diceritakan mimpi tersebut?
Al-Abbas
311
who
20
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa yang memberitahu keadaan rombongan Abu Sufyan?
dlamdlam
506
who
21
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa yang dipercayai dapat mendorong Abu Sufyan maju terus?
Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji
1,505
who
22
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa yang mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah?
Abu Lahab
914
who
23
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa yang akhirnya ikut keluar bersama orang banyak?
Umayyah bin Khalaf
991
who
24
3
Fase Perang Badar Kubra (4)
1,602
Keempat, Atikah binti Abdul Muttalib di Mekkah bermimpi sangat mengagetkan yaitu tiga malam sebelum kedatangan diam-diam. Dalam hal mimpi ini al-Thabari juga menggunakan sumber yang sama dengan Ibn Hisyam yaitu dari Ibn Ishaq yang diperolehnya dari Ibnu Hamid dari Salmah. Atikah menceritakan kepada saudaranya Al-Abbas, saya takut jika ada musibah menimpa kaummu, lalu ditanya mimpi apa? Jawabnya, saya melihat ada seorang penunggang menghadap rombongan dan berhenti di Al-Abthah lagi, kemudian datanglah dlamdlam dan memberi tahu keadaan rombongan Abu Sufyan, bahwa mereka dicegat oleh Muhammad. Kemudian Quraisy siap-siap seraya berkata apakah Muhammad mengira orang Quraisy itu seperti rombongan Ibn Al-Khadlarmi. Tidak, demi Allah ia akan tahu bahwa kita tidak seperti itu. Orang Quraisy ini keluar ke medan perang sendiri atau mengutus gantinya, dan tidak ada seorangpun tokoh mereka yang tertinggal kecuali Abu Lahab dengan mengutus gantinya Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Bahkan Umayyah bin Khalaf yang telah tua dan sedang mengumpulkan kayu bakarpun didatangi Uqbah bin Abi Mu'aith dan jika tidak ikut maka dianggap termasuk wanita, akhirnya ikut keluar bersama orang banyak. Setelah mereka telah berkumpul untuk berangkat lalu ingat peperangan yang terjadi antara dia (Quraisy) dengan bani Bakar (Kinanah) kemudian takut dan menjadi kendor untuk perang. Kita khawatir kalau orang- orang di belakang kita itu nanti mengikuti kita, hanya saja Iblis kemudian datang kepadanya dengan menyerupai Suraqah Ibn Malik Ibn Ja'syam Al-Mudliji (tokoh bani Kinanah) yang mendorongnya untuk maju terus.
Siapa yang mendatangi Umayyah bin Khalaf dan mengajaknya berperang?
Uqbah bin Abi Mu'aith
1,073
who
25
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Kapan peristiwa ini terjadi?
pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan
28
when
26
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Berapa jumlah unta yang digunakan pada peristiwa ini?
70 unta
110
how many
27
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Dari mana Al-Thabari mendapatkan informasi mengenai jumlah anggota yang ikut?
Ja'far
191
where
28
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Kapan peristiwa ini terjadi menurut Al-Thabari?
3 Ramadhan
233
when
29
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Berapa jumlah anggota yang ikut menurut Al-Thabari?
300 dan belasan orang sahabat
268
how many
30
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Berapa jumlah anggota yang ikut menurut Abu Karib?
313 orang
418
how many
31
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Siapa yang membawa Rayah pada Rasul dalam perang Badar?
Ali
819
who
32
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Siapa yang membawa rayah anshar dalam perang Badar?
Sa'ad bin Ubadah
852
who
33
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Berapa jumlah penunggang kuda yang dimiliki mereka?
dua penunggang kuda
1,010
how many
34
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Berapa jumlah muhajirin pada perang Badar?
77 orang
740
how many
35
4
Fase Perang Badar Kubra (5)
1,436
Kelima, menurut Ibnu Hisyam pada hari senin malam kedelapan bulan Ramadhan Nabi keluar bersama sahabat dengan 70 unta yang digunakan saling bergantian. Menurut Al-Thabari yang bersumber dari Ja'far bahwa hal itu terjadi pada tanggal 3 Ramadhan dengan anggota sebanyak 300 dan belasan orang sahabat, dalam hal ini terdapat perbedaan mengenai jumlah di atas sepuluh. Namun sebagian ulama mengatakan jumlah mereka adalah 313 orang dengan berdasarkan pada hadits dari Abu Karib dari Abu Bakar bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Barra berkata bahwa jumlah sahabat pada perang Badar seperti jumlah Thalut yaitu 313 orang, dan lebih lanjut dijelaskan oleh hadits Muhammad bin Ubaid al-Muharibi dari Ibnu Abbas bahwa muhajirin pada perang Badar itu ada 77 orang dan anshar sebanyak 23 orang dan yang membawa Rayah pada Rasul adalah Ali dan rayah anshar dibawa oleh Sa'ad bin Ubadah. Di samping itu juga ada yang mengatakan 314/318 dan 307. Namun ulama shalaf berpendapat tiga ratus belasan orang. Dan mereka hanya memiliki dua penunggang kuda,yaitu Zubair ibn Al-Awwam dan Al-Miqdad Ibn Amr. Untuk ke Badar Nabi melalui Naqb Al-Madinah Al-Aqiq, dzil Hulaifah, dan Ulatul Jaisy, dan singgah di Bi'r Al-Rauha. Dari sini lalu pergi lagi dan meninggalkan jalan menuju Mekkah dan menempuh jalan kanan dan memotong wadi menuju ke madliq (selat) al-Shafra. Kemudian mengirim Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba ke Badar untuk mencari tahu Abu Sufyan.
Siapa yang dikirim untuk mencari tahu Abu Sufyan?
Basbas al-Juhni dan Addiy ibn Abu Zaghba
1,355
who
36
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Berapa jumlah ayat di dalam Al-Qur'an yang menjelaskan Isra' Mi'raj?
4 ayat
62
how many
37
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Ayat-ayat apa saja yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj?
Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15
114
what
38
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Berapa banyak riwayat yang dimiliki Al Bukhari?
20
1,244
how many
39
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Dimana Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya ketika Isra' Mi'raj?
Sidratil Muntaha
401
where
40
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Dimana Rasulullah pertama kali menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli?
Gua Hira
608
where
41
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Berapa banyak sahabat pada 18 riwayat milik Muslim rahimahullah?
tujuh
1,349
how many
42
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Ada berapa surat dalam al Qur'an yang menjelaskan tentang peristiwa Isra' Mi'raj?
dua
1,062
how many
43
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Dimana peristiwa Isra' dan Mi'raj terjadi?
Mekkah
1,171
where
44
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Siapa saja sahabat yang meriwayatkan tentang peristiwa Isra' dan Mi'raj?
Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib
1,491
who
45
5
Kehujjahan Dalil Isra' Dan Mi'raj
1,915
Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu Q.S. Bani Isra'il Ayat 1, dan Q.S. An-Najm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra' Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di Gua Hira. Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thaif. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur'an, yaitu Al-Isra' (17) Ayat 1 dan An-Najm (53) Ayat 13-18. Peristiwa ini terjadi di Mekkah sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits. Al Bukhari memiliki 20 riwayat dari enam sahabat Radhiyallahu 'anhum. Sedangkan Muslim rahimahullah memiliki 18 riwayat dari tujuh sahabat Radhiyallahu 'anhum. Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang Isra Rasulullah S.A.W. berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Said Al Khudri, Aisyah istri Rasulullah, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan Ummu Hani binti Abdul Al Muthalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah S.A.W. Di antara hadits-hadits ini, tidak ada satupun yang menjelaskan secara lengkap semua kejadian Isra' dan Mi'raj ini dari awal sampai akhir, tetapi masing-masing menceritakan bagian per-bagian.
Dimana suatu penduduk memberikan Rasulullah S.A.W. perlakuan tidak bersahabat?
Thaif
957
where
46
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Apa sebutan bagi bangunan masjid ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah?
Masjid Haram
0
what
47
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Siapakah yang bertolak dari Masjid Haram?
Nabi Muhammad saw
213
who
48
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Kemana Nabi Muhammad bertolak dari Makkah?
Masjid Aqsha
578
where
49
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Apa yang dimaksud dengan Tawhid?
Paham Ketuhanan Yana Maha Esa
738
what
50
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Apa sebutan lain untuk tempat ibadah umat muslim di Mekkah?
Baitullah
979
what
51
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Siapakah yang memiliki kewajiban untuk haji?
manusia
1,235
who
52
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Apa yang terdapat di Baitullah?
maqam Ibrahim
1,124
what
53
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Apa yang menjadi isyarat Makkah?
titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul
678
what
54
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Apa yang menjadi petunjuk bagi semua manusia?
Baitullah
979
what
55
6
Masjid Haram di Makkah (1)
1,682
Masjid Haram (al-Masjid al-Haram), baik dalam arti bangunan masjid itu sendiri ataupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Makkah (sebagaimana dikemukakan para ahli tafsir al-Quran), adalah tempat bertolak Nabi Muhammad saw, dalam menjalani Isrâ' dan Mi'raj. Mengapa Muhammad saw, dalam perjalanan suci itu bertolak dan Masjid Haram kiranya adalah karena alasan yang amat jelas, yaitu karena beliau orang Makkah dan tinggal di sana. Tetapi mungkin sekali ada kaitannya dengan sejarah Masjid Haram itu sendiri, sehingga perjalanan beliau yang bertolak dari Makkah (menuju Masjid Aqsha dan terus al Sidrat al-Muntaha) itu mempunyai makna lain, yaitu isyarat Makkah sebagai titik tolak semua ajaran para Nabi dan Rasul, yaitu Tawhid (Paham Ketuhanan Yana Maha Esa) dan Islam (sikap pasrah yang tulus kepada-Nya). Sebab dalam kitab suci al-Quran sendiri terdapat firman yang menegaskan bahwa: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran: 96-97). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Ka'bah yang juga dinamakan Baitullah itu telah sangat lama berada di muka bumi ini. Karena sangat lamanya, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui umumnya secara pasti.
Berapa lama Baitullah berada di muka bumi?
sangat lama
1,557
how many
56
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Siapa yang diduga banyak ulama mendirikan Masjid Haram?
Nabi Adam a.s
112
who
57
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Apa yang dilakukan Nabi Adam setelah turun ke bumi?
Ka'bah
313
what
58
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Siapa yang membantu Nabi Adam membangun Masjid Haram?
Hawa
139
who
59
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Siapa yang mengutus Jibril untuk memerintahkan Nabi Adam membangun rumah suci?
Allah
580
who
60
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Siapa yang menunaikan haji ke Ka'bah?
Nabi Nuh
1,140
who
61
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Siapa yang mengangkat pondasi bangunan Ka'bah?
Nabi Ibrahim
1,225
who
62
7
Masjid Haram di Makkah (2)
1,734
Sebagai rumah ibadat yang pertama untuk manusia, Masjid Haram di Makkah itu menurut banyak ulama didirikan oleh Nabi Adam a.s dan istrinya Hawa yang bersalah melanggar larangan Allah memakan buah terlarang (yang oleh syaithan yang menggoda disebut Syajarat aI-Khuldi Q.S Thaha: 120. Konon Nabi Adam a.s membangun Ka'bah sebagai inti Masjid Haram itu segera setelah ia turun ke bumi, diusir dari surga, karena pelanggarannya tersebut. Tentang Adam sebagai yang pertama mendirikan Masjid Haram, dalam hal ini ialah Ka'bah terdapat sebuah Hadits, bahwa Nabi saw, pernah menerangkan: Allah mengutus Jibril kepada Adam dan Hawa, dan berkata kepada keduanya "Dirikanlah untukKu rumah suci". Lalu Jibril membuat rencana untuk keduanya itu. Maka mulailah Adam menggali dan Hawa memindahkan tanah sehingga bertemu air, lalu ada suara memanggil dari bawahnya: "Cukup untukmu, wahai Adam "Setelah selesai membangun rumah suci itu, Allah memberi wahyu kepadanya: "Hendaknya engkau thawaf mengelilinginya. "Dan difirmankan kepadanya: Engkau adalah manusia pertama, dan ini adalah rumah suci pertama: "Kemudian generasi pun silih berganti sampai saatnya Nabi Nuh menunaikan haji ke sana, dan generasi pun terus berganti sesudah itu sampai Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya daripadanya. Bahwa Nabi Ibrahim mengangkat fondasi bangunan itu, dijelaskan dalam al-Qur'an, berkaitan dengan firman Allah tentang kegiatan Ibrahim dan putranya, Ismail, membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah: 127).
Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, terkait dengan Masjid Haram?
membangun (kembali) Masjid Haram, khususnya Ka'bah
1,430
what
63
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Apa nama-nama kota yang disebutkan dalam konteks?
Makkah dan "Bakkah"
59
what
64
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Meniadakan kejayaan kaum yang congkak adalah makna dari kata apa?
Makkah
104
what
65
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis, dengan makna lain memukul atau menghantam adalah makna kata apa?
Bakkah
443
what
66
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Siapa yang berpendapat bahwa nama kota tersebut adalah "Makkah"?
Ibnu Abbas r.a
611
who
67
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Siapa yang mengatakan bahwa nama kota tersebut adalah "Bakkah"?
At-Tirmidzi
733
who
68
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Apa rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia?
Baitullah
960
what
69
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Dalam ayat apa dalam Al-Quran Makkah disebut sebagai Bakkah?
surah Ali Imran: 96
839
what
70
8
Asal-usul Nama Makkah (1)
1,048
Kota ini mempunyai banyak nama, yang paling terkenal ialah Makkah dan "Bakkah". Mengenai asal penamaan "Makkah" para penulis sejarah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena kota itu melenyapkan (tamuku), berasal dari kata makka, berarti "meniadakan" kejayaan kaum yang congkak. Penulis lain mengatakan, kota tersebut menarik perhatian karena (tamuku) dalam anti menarik perhatian karena mengingini sesuatu". Demikian juga mengenai nama "Bakkah" ada yang mengatakan karena kota tersebut menghantam leher para penguasa yang bengis (tabukku) berasal dari kata bakka yang berarti "memukul" atau "menghantam". Ibnu Abbas r.a berpendapat di nama Makkah karena banyak orang berbondong-bondong dan berdesak-desakan datang ke kota itu. At-Tirmidzi mengatakan, dinamai bakkah karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong. Di dalam al-Quran surah Ali Imran: 96 Allah berfirman: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Apa nama yang diberikan karena melenyapkan kewibawaan kaum yang sombong?
bakkah
765
what
71
9
Asal-usul Nama Makkah (2)
1,547
Selain nama Bakkah', Allah menyebut dalam firman-Nya Ummul Qura (Induk Negeri). Ibnu Abbas r.a mengatakan, disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah. Juga karena kota ini yang tertua dalam sejarah dan menjadi arah kiblat bagi manusia.3 Kota Mekah disebut juga Qaryah" (Negeri). Firman Allah surat: an-Nahl: 111 "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." Berdasarkan sejumlah pendapat dan firman Allah' maka kota Mekkah ini memiliki peran penting dalam sejarah isrà' miráj. Pertama, kota tersebut adalah kota yang dibangun oleh para Nabi. Kedua, karena di kota ini telah banyak para nabi melakukan kegiatannya dalam menjalankan misi da'wah. Ketiga, kota ini merupakan titik tolak pemberangkatan Muhammad dalam peristiwa isra mi'raj tersebut. Keempat, kota ini juga sebagai sentral peribadatan karena di kota ini terdapat bangunan masjidil Haram. Kelima, di kota inilah Ismail lahir yang nanti keturunannya lahir seorang Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Secara histories kota ini cukup bersejarah dalam kehidupan Muhammad dan perkembangan Islam selanjutnya. Di kota ini pula telah berkembang berbagai ragam peradaban yang nantinya dapat mendukung Islam atau ada sebagian menjadi saingan Islam.
Surat apa yang disebut dalam kutipan ayat berikut: "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat."?
an-Nahl
361
what
72
9
Asal-usul Nama Makkah (2)
1,547
Selain nama Bakkah', Allah menyebut dalam firman-Nya Ummul Qura (Induk Negeri). Ibnu Abbas r.a mengatakan, disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah. Juga karena kota ini yang tertua dalam sejarah dan menjadi arah kiblat bagi manusia.3 Kota Mekah disebut juga Qaryah" (Negeri). Firman Allah surat: an-Nahl: 111 "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." Berdasarkan sejumlah pendapat dan firman Allah' maka kota Mekkah ini memiliki peran penting dalam sejarah isrà' miráj. Pertama, kota tersebut adalah kota yang dibangun oleh para Nabi. Kedua, karena di kota ini telah banyak para nabi melakukan kegiatannya dalam menjalankan misi da'wah. Ketiga, kota ini merupakan titik tolak pemberangkatan Muhammad dalam peristiwa isra mi'raj tersebut. Keempat, kota ini juga sebagai sentral peribadatan karena di kota ini terdapat bangunan masjidil Haram. Kelima, di kota inilah Ismail lahir yang nanti keturunannya lahir seorang Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Secara histories kota ini cukup bersejarah dalam kehidupan Muhammad dan perkembangan Islam selanjutnya. Di kota ini pula telah berkembang berbagai ragam peradaban yang nantinya dapat mendukung Islam atau ada sebagian menjadi saingan Islam.
Siapa yang mengatakan bahwa kota Mekah disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah?
Ibnu Abbas r.a
80
who
73
9
Asal-usul Nama Makkah (2)
1,547
Selain nama Bakkah', Allah menyebut dalam firman-Nya Ummul Qura (Induk Negeri). Ibnu Abbas r.a mengatakan, disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah. Juga karena kota ini yang tertua dalam sejarah dan menjadi arah kiblat bagi manusia.3 Kota Mekah disebut juga Qaryah" (Negeri). Firman Allah surat: an-Nahl: 111 "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." Berdasarkan sejumlah pendapat dan firman Allah' maka kota Mekkah ini memiliki peran penting dalam sejarah isrà' miráj. Pertama, kota tersebut adalah kota yang dibangun oleh para Nabi. Kedua, karena di kota ini telah banyak para nabi melakukan kegiatannya dalam menjalankan misi da'wah. Ketiga, kota ini merupakan titik tolak pemberangkatan Muhammad dalam peristiwa isra mi'raj tersebut. Keempat, kota ini juga sebagai sentral peribadatan karena di kota ini terdapat bangunan masjidil Haram. Kelima, di kota inilah Ismail lahir yang nanti keturunannya lahir seorang Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Secara histories kota ini cukup bersejarah dalam kehidupan Muhammad dan perkembangan Islam selanjutnya. Di kota ini pula telah berkembang berbagai ragam peradaban yang nantinya dapat mendukung Islam atau ada sebagian menjadi saingan Islam.
Siapa yang lahir di kota Mekah dan kemudian keturunannya menjadi Nabi terakhir yaitu Muhammad saw?
Ismail
1,223
who
74
9
Asal-usul Nama Makkah (2)
1,547
Selain nama Bakkah', Allah menyebut dalam firman-Nya Ummul Qura (Induk Negeri). Ibnu Abbas r.a mengatakan, disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah. Juga karena kota ini yang tertua dalam sejarah dan menjadi arah kiblat bagi manusia.3 Kota Mekah disebut juga Qaryah" (Negeri). Firman Allah surat: an-Nahl: 111 "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." Berdasarkan sejumlah pendapat dan firman Allah' maka kota Mekkah ini memiliki peran penting dalam sejarah isrà' miráj. Pertama, kota tersebut adalah kota yang dibangun oleh para Nabi. Kedua, karena di kota ini telah banyak para nabi melakukan kegiatannya dalam menjalankan misi da'wah. Ketiga, kota ini merupakan titik tolak pemberangkatan Muhammad dalam peristiwa isra mi'raj tersebut. Keempat, kota ini juga sebagai sentral peribadatan karena di kota ini terdapat bangunan masjidil Haram. Kelima, di kota inilah Ismail lahir yang nanti keturunannya lahir seorang Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Secara histories kota ini cukup bersejarah dalam kehidupan Muhammad dan perkembangan Islam selanjutnya. Di kota ini pula telah berkembang berbagai ragam peradaban yang nantinya dapat mendukung Islam atau ada sebagian menjadi saingan Islam.
Apa yang terdapat di kota Mekah yang menjadikannya sebagai sentral peribadatan?
bangunan masjidil Haram
1,175
what
75
9
Asal-usul Nama Makkah (2)
1,547
Selain nama Bakkah', Allah menyebut dalam firman-Nya Ummul Qura (Induk Negeri). Ibnu Abbas r.a mengatakan, disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah. Juga karena kota ini yang tertua dalam sejarah dan menjadi arah kiblat bagi manusia.3 Kota Mekah disebut juga Qaryah" (Negeri). Firman Allah surat: an-Nahl: 111 "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." Berdasarkan sejumlah pendapat dan firman Allah' maka kota Mekkah ini memiliki peran penting dalam sejarah isrà' miráj. Pertama, kota tersebut adalah kota yang dibangun oleh para Nabi. Kedua, karena di kota ini telah banyak para nabi melakukan kegiatannya dalam menjalankan misi da'wah. Ketiga, kota ini merupakan titik tolak pemberangkatan Muhammad dalam peristiwa isra mi'raj tersebut. Keempat, kota ini juga sebagai sentral peribadatan karena di kota ini terdapat bangunan masjidil Haram. Kelima, di kota inilah Ismail lahir yang nanti keturunannya lahir seorang Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Secara histories kota ini cukup bersejarah dalam kehidupan Muhammad dan perkembangan Islam selanjutnya. Di kota ini pula telah berkembang berbagai ragam peradaban yang nantinya dapat mendukung Islam atau ada sebagian menjadi saingan Islam.
Apa arti dari Qaryah dalam bahasa Indonesia?
Negeri
332
what
76
9
Asal-usul Nama Makkah (2)
1,547
Selain nama Bakkah', Allah menyebut dalam firman-Nya Ummul Qura (Induk Negeri). Ibnu Abbas r.a mengatakan, disebut Ummul Qura karena kedudukan dan peranannya yang amat besar, serta di dalamnya terdapat Baitullah. Juga karena kota ini yang tertua dalam sejarah dan menjadi arah kiblat bagi manusia.3 Kota Mekah disebut juga Qaryah" (Negeri). Firman Allah surat: an-Nahl: 111 "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." Berdasarkan sejumlah pendapat dan firman Allah' maka kota Mekkah ini memiliki peran penting dalam sejarah isrà' miráj. Pertama, kota tersebut adalah kota yang dibangun oleh para Nabi. Kedua, karena di kota ini telah banyak para nabi melakukan kegiatannya dalam menjalankan misi da'wah. Ketiga, kota ini merupakan titik tolak pemberangkatan Muhammad dalam peristiwa isra mi'raj tersebut. Keempat, kota ini juga sebagai sentral peribadatan karena di kota ini terdapat bangunan masjidil Haram. Kelima, di kota inilah Ismail lahir yang nanti keturunannya lahir seorang Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Secara histories kota ini cukup bersejarah dalam kehidupan Muhammad dan perkembangan Islam selanjutnya. Di kota ini pula telah berkembang berbagai ragam peradaban yang nantinya dapat mendukung Islam atau ada sebagian menjadi saingan Islam.
Apa yang dimaksud dengan "Ummul Qura"?
Induk Negeri
65
what
77
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Apa dua surat yang disebutkan dalam hadist Abu al-Hasan an-Nadawy?
al-Isra': 1 dan an-Najm: 18
1,072
what
78
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Siapa yang mengatakan bahwa Isra' bukan hanya perjalanan luar biasa, tetapi juga mencakup perjalanan kenabian yang ghaib?
Abu al-Hasan an-Nadawy
633
who
79
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Apa nama lain dari Masjid Aqsha?
Bait al-Maqdis
170
what
80
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Apa yang dilambangkan ketika Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul di Masjid Aqsha?
persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah
422
what
81
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Surat apa yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi dua Qiblat?
al-Isra': 1 dan an-Najm: 18
1,072
what
82
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Siapa yang disebut sebagai nabi dua Qiblat?
Muhammad
1,107
who
83
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Siapa yang menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam?
Nabi Muhammad
609
who
84
10
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (1)
1,895
Masjid Aqsha adalah tujuan Israk Nabi, serta titik tolak beliau melakukan Mi'raj, menurut Sidrat al Muntaha menghadap Tuhan Seru sekalian alam. Masjid Aqsha yakni masjid Bait al-Maqdis, dikatakan Aqsha karena dia masjid yang paling jauh yang dikunjungi, dan ditekankan untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram. Di Masjid Aqsha Nabi menjadi imam shalat untuk seluruh para Rasul, sejak dari Nabi Adam, ini jelas melambangkan persamaan dasar dan kontinuitas agama Allah seperti apa yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya dan agama itu berkembang dari bentuk yang dibawa Nabi Adam mencapai kesempurnaan pada zaman Nabi Muhammad. Menurut Abu al-Hasan an-Nadawy: Isra' bukan hanya kejadian luar biasa yang terjadi pada diri Muhammad yang memberi gambaran tentang sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, menembus cakrawala langit dan bumi dengan mata kepala, tetapi lebih dan itu mencakup perjalanan kenabian yang ghaib ini ke dimensi yang sangat halus dan mendalam serta dipenuhi berbagai hikmah, antara lain adalah: seperti yang diungkapkan dalam dua surat yang mulia yaitu al-Isra': 1 dan an-Najm: 18, bahwa Muhammad adalah Nabi dua Qiblat, Imam di Timur dan di Barat, pewaris nabi sebelumnya, pemimpin generasi sesudahnya. Sesungguhnya dapat diambil pelajaran dan pribadi Rasulullah dan dari perjalanan isra'nya di Bayt al-Haram sampai ke Masjid al-Aqsha. Semua itu merupakan bukti dan keuniversalan risalahnya dan keabadian kepemimpinannya, serta kesesuaiannya dengan berbagai tempat dan masa. Mengenai proses terjadinya pertemuan antara Nahi Muhammad dengan para Ambiya yang lain, tentulah itu merupakan masalah ghaib yang harus diimani. Sementara itu, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai peristiwa Isra' dan Mi'raj, apakah terjadi dengan ruh atau jasad sekaligus Menurut 'Aisyah hanya terjadi dengan ruh "Tidak diangkat jasad Rasulullah, akan tetapi Allah hanya memperjalankan ruhnya.
Menurut pendapat siapa terjadi Isra' dan Mi'raj hanya dengan ruh saja?
'Aisyah
1,782
who
85
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Apa yang dijelaskan dalam surat al Isra' 4-8?
perjalanan Masjid Aqsha
178
what
86
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Dimana keterangan mengenai perjalanan Masjid Aqsha diangkat dalam al-Qur'an?
surat al Isra' 4-8
302
where
87
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Apa yang ditakdirkan bagi Anak cucu Isra'il dalam Kitab?
membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali
469
what
88
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Siapakah yang dikirim oleh Allah pada saat hukuman bagi kedua kejahatan itu?
hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar
694
who
89
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Apa yang terjadi pada kedua pengerusakan yang ditakdirkan bagi Anak cucu Isra'il?
penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi
1,906
what
90
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Apa yang terjadi pada Masjid Aqsha?
penghancuran sebanyak dua kali
228
what
91
11
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (2)
1,961
Namun di hadapan Allah hal itu tidaklah luar biasa, karena jika Allah menghendaki sesuatu tentulah terjadi. Dalam al-Qur'an sendiri terdapat keterangan yang cukup jelas mengenai perjalanan Masjid Aqsha, bahwa ia telah mengalami penghancuran sebanyak dua kali, keterangan tersebut justru diangkat dalam surat al Isra' 4-8 yang peneguhannya dibuka dengan perjalanan Isra' dan Mi'raj, "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. Dalam firman di atas disebutkan bahwa Anak cucu Isra'il ditakdirkan dalam Kitab membuat kerusakan dua kali (menurut ahli tafsir berarti Lawh al-Mahfuzh ataupun kitab Taurat). Dan pada kedua pengerusakan tersebut Allah mengirim ahzabnya berupa penghancuran Masjid Aqsha dan terhinanya bangsa Yahudi.
Surat apa yang mengangkat keterangan tentang Masjid Aqsha?
surat al Isra'
302
what
92
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Apa nama buku yang ditulis oleh Ibn Khaldun?
Muqaddimah
307
what
93
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Siapa yang menaklukkan Samaria dan Judea?
Nebukadnezar
340
who
94
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Apa yang dilakukan Nebukadnezar terhadap Masjid Aqsha?
menghancurkan
413
what
95
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Siapa yang berhasil mengembalikan bangsa Yahudi ke Yerusalem setelah penghancuran Masjid Aqsha yang pertama?
raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah
668
who
96
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Siapa yang berhasil mengakhiri penjajahan Yunani?
kaum Yahudi
1,242
who
97
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Siapa penguasa Yahudi pada saat bangsa Romawi menyerbu Yerusalem dan menghancurkan Masjid Aqsha?
Raja Herodus
1,509
who
98
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Siapa yang memimpin tentara Romawi saat menghancurkan Yerusalem dan Masjid Aqsha?
Titus
1,670
who
99
12
Masjid Aqsha di Bait al-Maqdis (3)
1,999
Banyak ulama tafsir yang telah mengulas peristiwa pengerusakan pertama dan pengerusakan kedua masjid Aqsha tersebut, seperti Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyayaf, Ibn Katsir, Tafsir al-Baydiwi, Tafsir al-Khazin, namun keterangan Ibn Khaldun lebih ilmiah dan sudut pandang kesejarahan, yang ditulis dalam Muqaddimah. Menurut Ibn Khaldun, Nebukadnezar menaklukkan Samaria, kemudian Judea dan menyerbu Yerusalem, menghancurkan Masjid Aqsha, membakar Taurat dan mematikan agama Yahudi. Nebukadnezar kemudian memboyong orang-orang Yahudi ke negerinya (untuk dijadikan budak), ini adalah peristiwa penghancuran Masjid Aqsha yang pertama. Selang tujuh puluh tahun seorang raja Persia dan dinasti Kiyaniyyah (Achaemenid) berhasil mengembalikan bangsa Yahudi itu ke Yerusalem, setelah mengalahkan Babylonia dalam suatu peperangan. Kaum Yahudi membangun kembali masjid mereka (Masjid Aqsha) menurut bentuk aslinya (dan zaman Nabi Sulayman). Tapi pusat ibadat itu hanya untuk kegiatan keagamaan para pendeta saja, tanpa makna kekuasaan politik seperti sebelumnya. Kekuasaan politik berada di tangan bangsa Persia. Iskandar Agung dan Yunani mengalahkan Persia, dan kaum Yahudi berada dalam kekuasaan Yunani. Tetapi kekuasaan ini segera melemah, dan kaum Yahudi bangkit kembali serta berhasil mengakhiri penjajahan Yunani. Kini kekuasaan kaum Yahudi ada di tangan kaum pendeta Hasmonean (Barn Hasyrnanaya), sampai mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi Pada waktu Romawi menyerbu Yerusalem, kaum Yahudi diperintah oleh Raja Herodus, seorang penguasa Yahudi (konon berdarah Arab, namun berbudaya Yunani), yang kawin dengan wanita dari klan Hasmonean. Tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, menghancurkan Yerusalem, meratakan Masjid Aqsha dengan tanah, dan mengasingkan orang-orang Yahudi ke Roma dan ke daerah yang lebih jauh lagi. Inilah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua, dan pengasingan tersebut disebut kaum Yahudi sebagai "Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile).
Apa yang disebut kaum Yahudi sebagai pengasingan mereka setelah penghancuran Masjid Aqsha yang kedua?
"Pengasingan Besar" (Al-Jalwat Al-Kubra atau Al-Jala' Al-Akbar, the Great Exile)
1,917
what
End of preview. Expand in Data Studio

No dataset card yet

Downloads last month
215